Pengalaman Akupunktur untuk Sakit Lambung

Pict. Ryutaro Tsukata from pexels.com

Saya telah menderita sakit lambung selama lebih dari dua puluh tahun. Hampir tidak ada hari yang saya lalui tanpa merasakan nyeri di lambung. Setiap minggu, saya hampir selalu harus masuk UGD karena rasa sakit yang tak tertahankan. Bukan hanya faktor makanan yang memicu kondisi ini, tetapi juga stres dan kelelahan sering kali menjadi penyebab utama nyeri lambung yang luar biasa. 

Saat pindah ke Bandung, suami saya mendapat informasi dari salah seorang tetangga tentang pengobatan alternatif akupunktur. Ia memutuskan untuk mencoba terapi tersebut lebih dahulu. Suatu hari, saya ikut menemani ke tempat terapi akupunktur-hanya sebagai pengantar, karena saya termasuk orang yang takut terhadap jarum. Tidak sengaja dan tanpa niat saat Ibu Akupunkturis bertanya, "Ibu ada sakit apa?" yang terlintas saat itu adalah sakit lambung, meskipun saya sama sekali tidak berencana untuk "tusuk jarum". Singkat cerita akhirnya saya pun mencoba pengobatan akupnktur ini. Beberapa titik di tubuh saya ditusuk jarum, di antaranya titik di tengah perut, tepat di antara pusar dan ujung tulang dada, titik di bawah lutut, serta titik di bagian dalam kaki. Selain itu, ada beberapa titik lainnya, tetapi saya tidak ingat persis di bagian tubuh mana. 

Sepulang dari terapi akupunktur, saya sengaja tidak makan malam. Keesokan paginya, saya pun tidak sarapan, kecuali hanya meminum segelas air putih. Saya tetap beraktivitas seperti biasa. Baru setelah lewat pukul dua belas siang, saya makan siang dengan menu yang cukup 'gila'—semangkuk mi instan dan secangkir kopi. Pilihan ini tentu terdengar 'gila' bagi seseorang yang telah bertahun-tahun menderita sakit lambung. Namun, yang lebih mengejutkan lagi, lambung saya sama sekali tidak bereaksi. Tidak ada nyeri, tidak ada rasa perih, seolah-olah saya tidak pernah mengalami masalah lambung sebelumnya. Padahal, sebelumnya, menyantap mi instan saja sudah cukup untuk membuat saya kesakitan, apalagi jika ditambah secangkir kopi dengan perut kosong—itu hampir pasti akan membawa saya ke UGD.

Saya takjub dengan hasil pengobatan akupunktur untuk sakit lambung. Ternyata secocok itu akupunktur bagi lambung saya. Meskipun Ibu Akupunktur berpesan agar tidak mengulangi perbuatan "gila" seperti yang pernah saya lakukan kemarin.

Menurut informasi yang saya dapat, akupunktur menggunakan metode menyisipkan jarum tipis adalah untuk merangsang aliran energi vital (Qi). Jarum halus  yang ditusukan ke titik-titik tubuh ini terhubung dengan jalur energi yang berhubungan dengan organ-organ tubuh. Pada dasarnya terapi akupunktur ini aman, selama menggunakan jarum yang steril dan dilakukan oleh praktisi akupunktur yang terlatih.

Bagaimana rasanya akupunktur? Tidak sesakit saat disuntik atau diambil darah, tetapi tetap terasa ada benda yang menusuk kulit. Namun, sejauh ini, bagi saya yang takut jarum, rasa 'tidak nyaman' tersebut masih bisa saya hadapi.

Kalau ada yang punya pengalaman akupunktur tulis di kolom komentar ya :)


Alamat akupunktur : Klinik Akupunktur Wayan Sugiarti

Jalan Taman Pondok Mas Indah

Cimahi


Comments

Popular Posts